Sabtu, 08 Desember 2012
Mati Gaya
Mati Gaya
Ini adalah istilah kontemporer bahasa Indonesia, yang
belakangan sering dilemparkan dalam percakapan, dan oleh karenanya juga
bertebaran di iklan-iklan. Mati gaya adalah istilah gaul yang bisa
diartikan sebagai situasi pada sesorang dimana ia sedang kehilangan ide,
kering inspirasi, "garing", atau kehilangan sentuhan kreatif sehingga
orang tersebut akan melakukan hal-hal yang konyol atau bahkan tidak
dapat melakukan apapun.
Pada
dasarnya bahasa adalah sesuatu yang hidup. Tapi gerak hidup sebuah
bahasa sangat tergantung pada gerak hidup masyarakat penggunanya.
Penggunanyalah yang dapat menemukan, menggali, menciptakan bahasa:
diantaranya adalah memperkaya kosakata. Bangsa Indonesia termasuk bangsa
yang kreatif. Sastra atau bukan sastra, bahasa adalah bahasa. Bahasa
punya kehidupannya sendiri, bahasa tidak selalu hanya sebagai alat
mengantarkan makna. Bahasa bahkan bisa subversif atas keberadaannya
sendiri.
Bahasa Indonesia menurut sejarah adalah bahasa pergaulan. Dasarnya memang dari bahasa Melayu. Tapi bahasa Indonesia menunjukkan keterbukaan dan dinamika yang lebih dahsyat dari sekedar lingua franca bahasa Melayu. Inovasi-inovasi canggih biasanya berasal dari wilayah sastra dan ilmu pengetahuan. Inovasi-inovasi tersebut diantaranya adalah mengubah akronim yang dulunya berasal dari bahasa asing menjadi bahasa Indonesia dengan tanpa mengubah bunyinya. Misal: ATM yang berasal dari automated teller machine, yang berarti mesin pembayar otomatis, menjadi Anjungan Tunai Mandiri. Ini brilian menurut saya.
Ilmu pengetahuan meski memberikan andil pengayaan bahasa Indonesia juga subversif. Karena menyerap secara luarbiasa jumlah kata ambilan dari bahasa asing. Terkadang seseorang merasa tak dapat mengantarkan makna yang tepat dalam bahasa Indonesianya, sehingga mencomot begitu saja dari bahasa asing.
Dari wilayah kebudayaan, sebagaimana sejarahnya bahasa Indonesia dimulai dari bahasa pergaulan, sehingga juga terbuka terhadap bahasa-bahasa daerah. Ada puluhan bahkan mungkin ratusan bahasa daerah di Republik Indonesia. Jadi bahasa daerah juga merupakan unsur pembangun bahasa Indonesia. Pada masa pergerakan sampai revolusi kemerdekaan Indonesia, bahasa Indonesia sangat kaya dengan istilah-istilah dari suku-suku yang dominan budayanya di Indonesia, seperti Minang, Jawa dan Melayu. Pada masa orde baru yang pemerintahannya sangat paternalistik Jawa, bahasa Jawa menjadi amat sangat dominan. Hingga perlawanan terhadap dominasi itu hanya tersisa dari wilayah kreatif seni. Lalu era reformasi satu dekade lalu mengubahnya, sekarang bahasa Indonesia seolah menemukan hidupnya lagi.
Istilah-istilah baru, penafsiran-penafsiran baru bertebaran. Tak hanya dari wilayah sastra, tapi juga dari pergaulan sehari-hari dan ilmu pengetahuan. Bahasa resmi, meski agak berkurang, tapi masih sangat menjemukan. Bahasa pejabat negara, bahasa orang parlemen, dan saat ini bahasa kampanye pemilu, adalah contoh-contoh penggunaan bahasa Indonesia yang menjemukan. Bahasa resmi terbaik adalah bahasa pemberitaan televisi, menurut saya. Penulisnya berusaha menjaga bahasa untuk tak bersifat ambigu, dan hanya mengantarkan makna seperti yang kita dengarkan.
Bahasa pergaulan berjalan dengan istilah dan penemuannya sendiri. Istilah-istilah seperti "ngabuburit" untuk membunuh waktu menjelang buka puasa, penafsiran baru pada kata "secara", bahasa-bahasa sms dan instant messaging yang bahkan menggunakan tanda-tanda bahasa, bukan hanya huruf. Ahli bahasa suka banyak protes soal ini, menuduh ini adalah perusakan. Menurut saya, bahasa adalah makhluk hidup tersendiri. Itu tak selalu terjadi dari penggunanya. Penggunanya orang per orang bukan yang memberikan kehidupan itu. Bahasa hidup bersama keberadaan sebuah bangsa. Bahasa adalah tanda, setiap unsurnya juga tanda. Huruf, tanda baca dan apapun yang menjadi bagian dari bahasa bisa menjadi alat mengantarkan makna. Jika tak cukup, orang bahkan menggunakan tanda-tanda lain di luar alfabet dan tanda-tanda bacanya ketika berkomunikasi.
Menurut saya bahasa disubversi lebih kuat oleh kekuasaan, bukan oleh teknologi atau pergaulan umum. Kekuasaan represif seperti pada era orde baru adalah contohnya. Bahasa dimaknai oleh kekuasaan, hanya penguasa yang berhak mendominasi makna sebuah bahasa. Mereka bebas memberi penafsiran atas bahasa yang mereka gunakan. Bahasa memang alat menyampaikan makna, tapi tidak berdasar kesepakatan dengan pihak lain.
Mejelang pemilu Indonesia April 2009 ini, bahasa juga tak lepas dari hal itu. Kampanye-kampanye di Radio, TV, pamflet, selebaran dll mensubversi bahasa dengan cara yang degil. Bahasa bahkan kehilangan makna. Karena sebagian besar masyarakat lantas mengerti, apapun yang dibunyikan dalam kampanye, sebenarnya tak berarti apa-apa. Maknanya kosong atau nihil. Nihilnya makna itu barangkali akan melahirkan gejala lain berupa apatisme umum. Setelah terbukanya borok-borok KKN para wakil rakyat, para calon anggota perlemen baru nanti, para petinggi partai seolah "mati gaya". Bahasanya begitu miskin, menyedihkan dan lucnya lagi mereka merasa seolah mewakili orang-orang lain. Tak satupun pada pamflet pemilu di jalanan yang menuliskan program apa yang hendak diperjuangkan. Kampanye di TV menjemukan, iklan partai sama seperti iklan sabun dan pasta gigi. Segalanya masih berarti untuk demokrasi, tapi tak bermakna apa-apa.
Bahasa Indonesia menurut sejarah adalah bahasa pergaulan. Dasarnya memang dari bahasa Melayu. Tapi bahasa Indonesia menunjukkan keterbukaan dan dinamika yang lebih dahsyat dari sekedar lingua franca bahasa Melayu. Inovasi-inovasi canggih biasanya berasal dari wilayah sastra dan ilmu pengetahuan. Inovasi-inovasi tersebut diantaranya adalah mengubah akronim yang dulunya berasal dari bahasa asing menjadi bahasa Indonesia dengan tanpa mengubah bunyinya. Misal: ATM yang berasal dari automated teller machine, yang berarti mesin pembayar otomatis, menjadi Anjungan Tunai Mandiri. Ini brilian menurut saya.
Ilmu pengetahuan meski memberikan andil pengayaan bahasa Indonesia juga subversif. Karena menyerap secara luarbiasa jumlah kata ambilan dari bahasa asing. Terkadang seseorang merasa tak dapat mengantarkan makna yang tepat dalam bahasa Indonesianya, sehingga mencomot begitu saja dari bahasa asing.
Dari wilayah kebudayaan, sebagaimana sejarahnya bahasa Indonesia dimulai dari bahasa pergaulan, sehingga juga terbuka terhadap bahasa-bahasa daerah. Ada puluhan bahkan mungkin ratusan bahasa daerah di Republik Indonesia. Jadi bahasa daerah juga merupakan unsur pembangun bahasa Indonesia. Pada masa pergerakan sampai revolusi kemerdekaan Indonesia, bahasa Indonesia sangat kaya dengan istilah-istilah dari suku-suku yang dominan budayanya di Indonesia, seperti Minang, Jawa dan Melayu. Pada masa orde baru yang pemerintahannya sangat paternalistik Jawa, bahasa Jawa menjadi amat sangat dominan. Hingga perlawanan terhadap dominasi itu hanya tersisa dari wilayah kreatif seni. Lalu era reformasi satu dekade lalu mengubahnya, sekarang bahasa Indonesia seolah menemukan hidupnya lagi.
Istilah-istilah baru, penafsiran-penafsiran baru bertebaran. Tak hanya dari wilayah sastra, tapi juga dari pergaulan sehari-hari dan ilmu pengetahuan. Bahasa resmi, meski agak berkurang, tapi masih sangat menjemukan. Bahasa pejabat negara, bahasa orang parlemen, dan saat ini bahasa kampanye pemilu, adalah contoh-contoh penggunaan bahasa Indonesia yang menjemukan. Bahasa resmi terbaik adalah bahasa pemberitaan televisi, menurut saya. Penulisnya berusaha menjaga bahasa untuk tak bersifat ambigu, dan hanya mengantarkan makna seperti yang kita dengarkan.
Bahasa pergaulan berjalan dengan istilah dan penemuannya sendiri. Istilah-istilah seperti "ngabuburit" untuk membunuh waktu menjelang buka puasa, penafsiran baru pada kata "secara", bahasa-bahasa sms dan instant messaging yang bahkan menggunakan tanda-tanda bahasa, bukan hanya huruf. Ahli bahasa suka banyak protes soal ini, menuduh ini adalah perusakan. Menurut saya, bahasa adalah makhluk hidup tersendiri. Itu tak selalu terjadi dari penggunanya. Penggunanya orang per orang bukan yang memberikan kehidupan itu. Bahasa hidup bersama keberadaan sebuah bangsa. Bahasa adalah tanda, setiap unsurnya juga tanda. Huruf, tanda baca dan apapun yang menjadi bagian dari bahasa bisa menjadi alat mengantarkan makna. Jika tak cukup, orang bahkan menggunakan tanda-tanda lain di luar alfabet dan tanda-tanda bacanya ketika berkomunikasi.
Menurut saya bahasa disubversi lebih kuat oleh kekuasaan, bukan oleh teknologi atau pergaulan umum. Kekuasaan represif seperti pada era orde baru adalah contohnya. Bahasa dimaknai oleh kekuasaan, hanya penguasa yang berhak mendominasi makna sebuah bahasa. Mereka bebas memberi penafsiran atas bahasa yang mereka gunakan. Bahasa memang alat menyampaikan makna, tapi tidak berdasar kesepakatan dengan pihak lain.
Mejelang pemilu Indonesia April 2009 ini, bahasa juga tak lepas dari hal itu. Kampanye-kampanye di Radio, TV, pamflet, selebaran dll mensubversi bahasa dengan cara yang degil. Bahasa bahkan kehilangan makna. Karena sebagian besar masyarakat lantas mengerti, apapun yang dibunyikan dalam kampanye, sebenarnya tak berarti apa-apa. Maknanya kosong atau nihil. Nihilnya makna itu barangkali akan melahirkan gejala lain berupa apatisme umum. Setelah terbukanya borok-borok KKN para wakil rakyat, para calon anggota perlemen baru nanti, para petinggi partai seolah "mati gaya". Bahasanya begitu miskin, menyedihkan dan lucnya lagi mereka merasa seolah mewakili orang-orang lain. Tak satupun pada pamflet pemilu di jalanan yang menuliskan program apa yang hendak diperjuangkan. Kampanye di TV menjemukan, iklan partai sama seperti iklan sabun dan pasta gigi. Segalanya masih berarti untuk demokrasi, tapi tak bermakna apa-apa.
TEORI BELAJAR HUMANISTIK DAN SIBERNETIK TEORI BELAJAR
TEORI BELAJAR HUMANISTIK DAN SIBERNETIK
TEORI BELAJAR
HUMANISTIK DAN SIBERNETIK
A. TEORI BELAJAR HUMANISTIK
a. Ciri Khas dalam Psikologi Humanistik
1. Mereka menekankan bahwa psikologi seharusnya memperlakukan “keseluruhan pribadi manusia” meliputi seluruh aspek-aspeknya.
2. Mereka menekankan kepada aktivitas dari sudut pandangan orangnya daripada pandangan “peninjau” (observer). Pengikut psikologi humanistik menyatakan bahwa dalam melihat manusia sebagian besar ahli-ahli psikologi mengambil sudut pandangan orang ketiga, sedangkan cara yang paling nyata untuk mempelajari psikologi adalah melalui “mata person” yaitu dirinya sendiri.
3. Mereka juga menekankan kepada “self-actualization”, “self-fulfillment” atau “self-realization”.
4. Mengenai perkembangan pribadi seseorang dalam arah apapun, orang tersebut selalu memilih atau menilai.
b. Aplikasi Teori Humanistik Carl Roger Dalam Pendidikan
Teori Roger dalam bidang pendidikan adalah dibutuhkannya 3 sikap dalam fasilitator belajar yaitu:
1. Realitas di dalam fasilitator belajar
2. Penghargaan, penerimaan, dan kepercayaan
3. Pengertian yang empati
c. Prinsip Pendidikan dan Pembelajaran
1. Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar
2. Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya.
3. Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
4. Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.
d. Implikasi Teori Belajar Humanistik
a) Guru sebagai fasilitator
1. Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas
2. Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum
3. Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi
4. Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka
5. Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok
6. Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok
7. Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-sngsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain
8. Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa
9. Dia harus tetap waspada terhadap ungkapan-ungkapan yang menandakan adanya perasaan yang dalam dan kuat selama belajar
10. Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, pimpinan harus mencoba untuk menganali dan menerima keterbatasan-keterbatasannya sendiri.
Ciri-ciri guru yang fasilitatif
1. Merespon perasaan siswa
2. Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
3. Berdialog dan berdiskusi dengan siswa
4. Menghargai siswa
5. Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan
6. Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa)
7. Tersenyum pada siswa
b) Guru yang baik dan kurang baik
1. Guru yang baik menurut teori ini adalah :
guru yang memiliki rasa humor, adil, menarik, lebih demokratis, mampu berhubungan dengan siswa dengan mudah dan wajar. Ruang kelas lebih terbuka dan mampu menyesuaikan pada perubahan.
2. Guru yang tidak efektif adalah :
guru yang memiliki rasa humor yang rendah, mudah menjadi tidak sabar, suka melukai perasaan siswa dengan komentar ysng menyakitkan,bertindak agak otoriter, dan kurang peka terhadap perubahan yang ada.
HUMANISME
Salah satu tokoh pendekatan humanistik adalah Calr Roger yang terkenal dengan metode terapi bernama client centered/person centered psycotherapy. Teori ini juga dinamakan teori fenomenologis atau teori Self. Pendekatan humanistik menentang teori psikoanalisis Freud, karena dianggap terlalu merendahkan harkat menusia. Freud juga beranggapan manusia dikuasai oleh insting seks. Alasan lain, Freud menegakkan teori ini, atas dasar analisis dari kasus klien abnormal.
Pendekatan humanistik ini juga tidak setuju dengan pendekatan belajar, karena menusia di sini seolah-olah di samakan dengan hewan, tidak memiliki kebebasan, dan tidak mempunyai kehendak sendiri. Tokoh humanistik beraggapan bahwa manusia adalah makhluk yang mempunyai tingkatannya tinggi, memiliki kebebasan untuk menentukan apa yang diinginkan, mempunyai bakat yang baik yang seringkali di tekan pemunculannya oleh lingkungan. Keyakinan-keyakinan tentang hakekat manusia tersebut merupakan hasil penelitian dari riwayat orang-orang terkenal seperti Abraham Lincoln. Mereka menemukan bahwa orang-orang tersebut memiliki ciri-ciri: bebas, spontan, tidak mudah terpengaruh lingkungan, mempunyai tujuan yang jelas, tidak terganggu oleh konflik dan tekanan terus menerus, dapat menikmati hidup dan dapat menyenangkan orang lain, dan dapat membedakan antara baik, buruk, benar, dan salah. Manusia seperti Lincoln telah mengaktualisasi dirinya, yaitu telah mewujudkan bakat, cita-cita diri yang berguna di lingkungan masyarakat.
Moslow menbedakan orang-orang yang dinamakan “rata-rata” dan orang-orang yang “sehat”. Orang “rata-rata” adalah manusia yang pada umumnya masih didominasi oleh kebutuhan dasar/ kebutuhan faali (makan, minum, dan seks), rasa aman, nyaman, dan dihargai. Sedangkan mausia “sehat” adalah mereka yang kebutuhan dasar dan sosialnya tidak lagi menjadi prioritas utama karena relativ sudah terpenuhi. Yang menjadi pendorong perilaku manusia “sehat” yaitu mencari keadilan, keindahan, kesederhanaan, dan lain-lain. Hal inilah yang termasuk dalam kebutuhan aktualisasi diri.
Konsep lain yang dikemukakan dalam aliran Moslow adalah kemampuan untuk mengalami pengalaman puncak atau peak experience, yakni seperti pengalaman magis atau transendetal yang berkaitandengan peristiwa tertentu.
Beberapa metode praktis yang dapat mengembangkan pengalaman belajar (Rogers) :
1. Kebebasan memilih pengalaman belajar
2. Kontrak belajar
3. Latihan inquiri
4. Simulasi
5. Latihan sensitivitas
6. Fasilitas belajar kelompok
7. Pembelajaran berprogram
B. TEORI SIBERNETIK
a. Pengertian
Menurut teori sibernetik, belajar adalah pengolahan informasi.
Asumsi lain dari teori sibernetik adalah bahwa tidak ada satu proses belajarpun yang ideal untuk situasi, dan yang cocok untuk semua siswa. Sebab cara belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi, sebuah informasi mungkin akan dipelajari oleh seorang siswa dengan satu macam proses belajar, dan informasi yang sama mungkin akan dipelajari siswa lain melalui proses belajar yang berbeda.
Dua macam proses berpikir menurut Landa
1. Proses berpikir algoritmik
2. Cara berpikir heoristik
Dua macam cara berpikir menurut Pask dan Scott
1. cara berpikir serialis
2. cara berpikir wholist.
b. Implementasi teori belajar sibernetik
Proses pengolahan informasi dalam ingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding), diikuti dengan penyimpanan informasi (storage), dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrieval).
c. Sembilan tahapan dalam peristiwa pembelajaran
1. Menarik perhatian
2. Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa
3. Merangsang ingatan pada pra syarat belajar
4. Menyajikan bahan rangsanyan
5. Memberikan bimbingan belajar
6. Mendorong unjuk kerja
7. Memberikan balikan informative
8. Menilai unjuk kerja
9. Meningkatkan retensi dan alih belajar
TEORI BELAJAR
HUMANISTIK DAN SIBERNETIK
A. TEORI BELAJAR HUMANISTIK
a. Ciri Khas dalam Psikologi Humanistik
1. Mereka menekankan bahwa psikologi seharusnya memperlakukan “keseluruhan pribadi manusia” meliputi seluruh aspek-aspeknya.
2. Mereka menekankan kepada aktivitas dari sudut pandangan orangnya daripada pandangan “peninjau” (observer). Pengikut psikologi humanistik menyatakan bahwa dalam melihat manusia sebagian besar ahli-ahli psikologi mengambil sudut pandangan orang ketiga, sedangkan cara yang paling nyata untuk mempelajari psikologi adalah melalui “mata person” yaitu dirinya sendiri.
3. Mereka juga menekankan kepada “self-actualization”, “self-fulfillment” atau “self-realization”.
4. Mengenai perkembangan pribadi seseorang dalam arah apapun, orang tersebut selalu memilih atau menilai.
b. Aplikasi Teori Humanistik Carl Roger Dalam Pendidikan
Teori Roger dalam bidang pendidikan adalah dibutuhkannya 3 sikap dalam fasilitator belajar yaitu:
1. Realitas di dalam fasilitator belajar
2. Penghargaan, penerimaan, dan kepercayaan
3. Pengertian yang empati
c. Prinsip Pendidikan dan Pembelajaran
1. Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar
2. Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya.
3. Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.
4. Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses.
d. Implikasi Teori Belajar Humanistik
a) Guru sebagai fasilitator
1. Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas
2. Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum
3. Dia mempercayai adanya keinginan dari masing-masing siswa untuk melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi
4. Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber-sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka
5. Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok
6. Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok
7. Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-sngsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain
8. Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa
9. Dia harus tetap waspada terhadap ungkapan-ungkapan yang menandakan adanya perasaan yang dalam dan kuat selama belajar
10. Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, pimpinan harus mencoba untuk menganali dan menerima keterbatasan-keterbatasannya sendiri.
Ciri-ciri guru yang fasilitatif
1. Merespon perasaan siswa
2. Menggunakan ide-ide siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
3. Berdialog dan berdiskusi dengan siswa
4. Menghargai siswa
5. Kesesuaian antara perilaku dan perbuatan
6. Menyesuaikan isi kerangka berpikir siswa (penjelasan untuk mementapkan kebutuhan segera dari siswa)
7. Tersenyum pada siswa
b) Guru yang baik dan kurang baik
1. Guru yang baik menurut teori ini adalah :
guru yang memiliki rasa humor, adil, menarik, lebih demokratis, mampu berhubungan dengan siswa dengan mudah dan wajar. Ruang kelas lebih terbuka dan mampu menyesuaikan pada perubahan.
2. Guru yang tidak efektif adalah :
guru yang memiliki rasa humor yang rendah, mudah menjadi tidak sabar, suka melukai perasaan siswa dengan komentar ysng menyakitkan,bertindak agak otoriter, dan kurang peka terhadap perubahan yang ada.
HUMANISME
Salah satu tokoh pendekatan humanistik adalah Calr Roger yang terkenal dengan metode terapi bernama client centered/person centered psycotherapy. Teori ini juga dinamakan teori fenomenologis atau teori Self. Pendekatan humanistik menentang teori psikoanalisis Freud, karena dianggap terlalu merendahkan harkat menusia. Freud juga beranggapan manusia dikuasai oleh insting seks. Alasan lain, Freud menegakkan teori ini, atas dasar analisis dari kasus klien abnormal.
Pendekatan humanistik ini juga tidak setuju dengan pendekatan belajar, karena menusia di sini seolah-olah di samakan dengan hewan, tidak memiliki kebebasan, dan tidak mempunyai kehendak sendiri. Tokoh humanistik beraggapan bahwa manusia adalah makhluk yang mempunyai tingkatannya tinggi, memiliki kebebasan untuk menentukan apa yang diinginkan, mempunyai bakat yang baik yang seringkali di tekan pemunculannya oleh lingkungan. Keyakinan-keyakinan tentang hakekat manusia tersebut merupakan hasil penelitian dari riwayat orang-orang terkenal seperti Abraham Lincoln. Mereka menemukan bahwa orang-orang tersebut memiliki ciri-ciri: bebas, spontan, tidak mudah terpengaruh lingkungan, mempunyai tujuan yang jelas, tidak terganggu oleh konflik dan tekanan terus menerus, dapat menikmati hidup dan dapat menyenangkan orang lain, dan dapat membedakan antara baik, buruk, benar, dan salah. Manusia seperti Lincoln telah mengaktualisasi dirinya, yaitu telah mewujudkan bakat, cita-cita diri yang berguna di lingkungan masyarakat.
Moslow menbedakan orang-orang yang dinamakan “rata-rata” dan orang-orang yang “sehat”. Orang “rata-rata” adalah manusia yang pada umumnya masih didominasi oleh kebutuhan dasar/ kebutuhan faali (makan, minum, dan seks), rasa aman, nyaman, dan dihargai. Sedangkan mausia “sehat” adalah mereka yang kebutuhan dasar dan sosialnya tidak lagi menjadi prioritas utama karena relativ sudah terpenuhi. Yang menjadi pendorong perilaku manusia “sehat” yaitu mencari keadilan, keindahan, kesederhanaan, dan lain-lain. Hal inilah yang termasuk dalam kebutuhan aktualisasi diri.
Konsep lain yang dikemukakan dalam aliran Moslow adalah kemampuan untuk mengalami pengalaman puncak atau peak experience, yakni seperti pengalaman magis atau transendetal yang berkaitandengan peristiwa tertentu.
Beberapa metode praktis yang dapat mengembangkan pengalaman belajar (Rogers) :
1. Kebebasan memilih pengalaman belajar
2. Kontrak belajar
3. Latihan inquiri
4. Simulasi
5. Latihan sensitivitas
6. Fasilitas belajar kelompok
7. Pembelajaran berprogram
B. TEORI SIBERNETIK
a. Pengertian
Menurut teori sibernetik, belajar adalah pengolahan informasi.
Asumsi lain dari teori sibernetik adalah bahwa tidak ada satu proses belajarpun yang ideal untuk situasi, dan yang cocok untuk semua siswa. Sebab cara belajar sangat ditentukan oleh sistem informasi, sebuah informasi mungkin akan dipelajari oleh seorang siswa dengan satu macam proses belajar, dan informasi yang sama mungkin akan dipelajari siswa lain melalui proses belajar yang berbeda.
Dua macam proses berpikir menurut Landa
1. Proses berpikir algoritmik
2. Cara berpikir heoristik
Dua macam cara berpikir menurut Pask dan Scott
1. cara berpikir serialis
2. cara berpikir wholist.
b. Implementasi teori belajar sibernetik
Proses pengolahan informasi dalam ingatan dimulai dari proses penyandian informasi (encoding), diikuti dengan penyimpanan informasi (storage), dan diakhiri dengan mengungkapkan kembali informasi-informasi yang telah disimpan dalam ingatan (retrieval).
c. Sembilan tahapan dalam peristiwa pembelajaran
1. Menarik perhatian
2. Memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa
3. Merangsang ingatan pada pra syarat belajar
4. Menyajikan bahan rangsanyan
5. Memberikan bimbingan belajar
6. Mendorong unjuk kerja
7. Memberikan balikan informative
8. Menilai unjuk kerja
9. Meningkatkan retensi dan alih belajar
Pecundang Nafsu
Sebut diri saja enggan
di cumbu oleh nafsu
di belai oleh iblis
nikmat rasanya seketika ini
bahkan Sang Pencipta seakan khayalan semata
berawal dari khilaf sejenak sebutnya
berlalu dan semakin terbuai..
Najis sebutku,
kumakan, kutelan, dan tak tersisa
berulang dan terus berulang...
masih ku sebut khilaf sejenak
si bodoh yang berkelit
Tahunya berat tubuhku
memang sih, tak seberapa bila timbangan itu
dosa ku
Kotor !!!!
Berucap maaf setelah sadarku aku dan tubuhku
tak seringan dulu
semakin menyeru bertambah beratnya ni
tubuh
cacian itu... ternyata lebih pahit dari imajinasi
terlempar..diisolasi..ditolak..
bahkan bumipun seakan malu menerima
jasadku
gg pantas katanya...hina dia menyebutku..
Didunia saja aku dikucilkan
diujung saja aku hanya bayangan
dipusat aku di ludahi
bagaimana bisa dikenang?
bagaimana jasadku dikenal?
Memang..Tuhan Maha Adil
tapi mungkin lihatku pasti tetap acuh
- BIARKAN MENJADI KENANGANKU -
Kemarin kita adalah cinta..
Merangkai hari dgn cerita indah pelangi..
Tersenyum bersulang bahagia lepaskan duka..
Dengan taburan canda diberanda mesra..
Kemarin kau seperti angin..
Kehadiranmu yg selalu terasa olehku..
Disaat jauh tersentuh dlm setiap mimpiku..
Menjadi sebuah rindu di stiap kubuka mataku..
Kemarin kau seperti air..
Yang mengalir deras dlm urat nadiku..
Indah pesona yg terasa distiap hela nafasku..
Menjadi sebuah perapian hangat dlm kalbuku..
Hapuskan dingin dlm jiwaku..
Itu kemarin...
Sebelum sunyi memanggilku..
Sebelum kau terikat diam dan membisu..
Tanpa ku tau sebab apa salahku..
Atau mungkin ini sbuah alasan tuk kau pergi dariku..?
Sunyi itu terus kutatap..
Bersama butiran harap..
Tak ingin perpisahan ini nyata..
Tak ingin keindahan cinta itu sirna..
Namun smua harap tlah pupus..
Bersama lambaian ilalang yg terkulai layu..
Seiring tangis batinku..
Yang tak mampu menahan kepergianmu..
Namun Akupun Menyadari..
Bahwa cinta bukanlah terpaksa..
Ataupun memaksakan diri tuk bersama..
Merangkai hari dgn cerita indah pelangi..
Tersenyum bersulang bahagia lepaskan duka..
Dengan taburan canda diberanda mesra..
Kemarin kau seperti angin..
Kehadiranmu yg selalu terasa olehku..
Disaat jauh tersentuh dlm setiap mimpiku..
Menjadi sebuah rindu di stiap kubuka mataku..
Kemarin kau seperti air..
Yang mengalir deras dlm urat nadiku..
Indah pesona yg terasa distiap hela nafasku..
Menjadi sebuah perapian hangat dlm kalbuku..
Hapuskan dingin dlm jiwaku..
Itu kemarin...
Sebelum sunyi memanggilku..
Sebelum kau terikat diam dan membisu..
Tanpa ku tau sebab apa salahku..
Atau mungkin ini sbuah alasan tuk kau pergi dariku..?
Sunyi itu terus kutatap..
Bersama butiran harap..
Tak ingin perpisahan ini nyata..
Tak ingin keindahan cinta itu sirna..
Namun smua harap tlah pupus..
Bersama lambaian ilalang yg terkulai layu..
Seiring tangis batinku..
Yang tak mampu menahan kepergianmu..
Namun Akupun Menyadari..
Bahwa cinta bukanlah terpaksa..
Ataupun memaksakan diri tuk bersama..
Tv Dari Langit : Bukan apa yang dicuri, tapi untuk apa mencuri? (Sebuah Cerpen Kodok Canephora)
Tv Dari Langit :
Bukan apa yang dicuri, tapi untuk apa mencuri? (Sebuah Cerpen Kodok Canephora)
oleh Kodok Canephora pada 12 September 2012 pukul
22:05 ·
"Aku sangat percaya jika Tuhan itu baik, dari
sejak kecil jika aku bersyukur ataupun mengeluh, kepalaku selalu mendongkak
kearah langit seolah Tuhan itu tinggal dilangit"
"Kurasa cocok dengan nama saudara, Sabda Langit"
kata seorang Kyai yang memotong pembicara Sabda dihadapanya.
"Entah mengapa pula ayahku Tuan Ribang Kalangit
menamaiku seperti itu, tapi yang jelas dia ingin aku seperti arti nama
tersebut" Sambung Sabda dengan tenang.
Senyum tidak pudar dari wajah Sabda, situasi ini
membuat nyaman sang Kyai berdialog dengan Sabda dikamar yang hanya 6X6 Meter.
Tangan kanan Sabda memegang foto seorang perempuan tua dengan rambut beruban
dan senyuman manis diusianya, ibunya.
"Kenapa kau lakukan ini dan membiarkanmu terpuruk
dalam keadaan ini saudara Sabda?" Tanya sang Kyai yang sebelumnya situasi
sempat hening.
"hm..hanya orang bodoh juga gila yang berani
bertindak tanpa alasan yang jelas pak Kyai dan aku berlasan" jawab Sabda
dengan senyum.
"Aku mengerti itu, tapi bolehkah aku tahu
alasanmu? aku sungguh penasaran, mengapa kau yang seperti ini dikagumi orang
diluar sana? kau dicintai banyak anak yatim dan anak-anak jalanan? berbagilah
bersamaku Sabda." tanya Kyai bernada memohon.
"Berbagi ya? emmm baiklah, tapi biarkan aku
bercerita hingga selesai" Kata Sabda bernada diingin, sang Kyai
menganggung tanda setuju.
###
“Masa kanak-kanak adalah masa yang indah untuk
dikenang, seharusnya. Aku mengenangnya berawal dengan senyuman dan berakhir
mengeluarkan air mata. Rumahku tidak besar, hanya dua kamar tidur, satu kamar
mandi dan ruang tamu. Ayahku hanya seorang supir pengantar mobil katering dan
ibuku adalah seorang ibu yang sangat luar biasa baik, seolah ia berani
menentang Malaikat untuk menjagaku. Selain itu aku memiliki seorang adik
perempuan yang kala itu berumur 4 tahun. Hidup kami sederhana, tenang dan
bahagia meski terkadang terjebak kekurangan. Harta kami hanya TV yang dibeli
secara kredit. Suatu hari ayahku jatuh sakit berkepanjangan, komplikasi typus
dan TBC, ayah dipecat karena terlalu lama tidak masuk. Keuangan keluargaku
berantakan, makan nasi putih dengan garam bukan lagi hal yang mengjutkan tapi
menjadi rutinitas. Hingga akhirnya ibuku memberanikan diri untuk meminjam uang
pada Rentenir yang terkenal dikampungku, namanya Pak Mantyo. Sejumlah uang dan
konsukuensi bunga pinjaman diterima ibuku. Disinilah asal muasal, semua itu
membuatku berfikir. Uang dari sang Rentenir untuk berobat ayahku tidak pula
membuat ayah sembuh. Hingga akhirnya hari itu tiba, dimana jatuh tempo telah
lewat dari seminggu, sang Rentenir datang menagih uang mereka. Ibuku memohon
untuk tenggang waktu, tapi mereka tidak peduli dan akhirnya Televisi yang
satu-satunya harta kami, yang saat itu pula sedang ditonton oleh adikku
diangkut sang Rentenir. Adikku langsung lari menangis dan berlari kearahku
sambil berkata ditengah isak "Abang tv dede, bang!!". Ayahku yang
mengetahui hal itu tidak bisa berbuat apa-apa karena tak kuat berdiri, ayah
yang selalu tersenyum dihadapan kami
anak-anaknya, kali ini menangis bercucuran air mata
melihat adikku menangis dan istrinya yang sedang memohon belas kasihan dari
seorang rentenir. Akupun tak kuasa memendung dan berpura-pura tidak sedih, air
mataku terjatuh."
Sabda berhenti sejenak, ia meminum kopi yang
disediakan bersama Kyai, sang Kyai masih menatap wajah Sabda penuh penasaran.
"Lalu karena itukah kau sampai begini?"
tanya pak Kyai
"Bukan, ini baru awalnya, biarkan aku
menyelesaikanya" kata Sabda masih dalam ketenangan.
###
"Tidak lama setelah itu ayahku meninggal karena
serangan Jantung mendadak. Keluarga kami makin terpuruk, tak jarang kami
kelaparan. Hingga aku belajar mencuri diwarung untuk adikku, karena tak kuat
menahan lapar. Ibuku mencoba bekerja menjadi kuli cuci. suatu hari kami ikut
ibu bekerja, sang majikan awalnya memperbolehkan kami ikut namun belakangan
kami diusir, karena aku dan adikku sering mengintip untuk menonton TV. Akhirnya
kami memilih menumpang nonton ditetangga, namun juga naas, setiap kami akan
datang tetangga kami langsung menutup pintu. Seringkali adik perempuanku
menangis karena ini, ibu yang melihat tidak menangis didepan kami, tapi air
matanya mengembang dan berkaca-kaca. Suatu malam saat aku dan adikku tertidur,
kami bangun tiba-tiba lantaran ada suara gaduh diluar rumah dan banyak suara
orang berteriak. Ibuku tidak ada dikasurnya, membuat kami mencari dengan keluar
rumah. Alangkah kagetnya aku, serasa tubuh ini disambar petir, Ibuku sedang
diarak keliling kampung dan digunduli dihadapan kami
aku tidak mengerti kenapa dengan ibuku, beberapa orang
terlihat murka mengatai ibuku dengan sebuata "DASAR MALING!!". Aku
menangis sejadi-jadinya hanya berdua dengan adikku sambil berpelukan, entah apa
yang membuat perilaku mereka seperti binatang. Semenjak itu ibuku hanya diam
dirumah mengalami depresi berat karena dikucilkan dan dicap sebagai maling.
Saat ini dia ada dirumah sakit jiwa."
###
"Atas dasar itulah aku sampai begini" Kata
Sabda menyelesaikan kisah nya yang pilu.
"Tetapi mengapa kau membunuh para Rentenir dan
merampok yang tidak mengenalmu Sabda, padahal kau lulusan mahasiswa terbaik
dikota ini" tanya kyai.
"Pak Kyai, semenjak kejadian itu aku bercita-cita
ingin menghapus tangis anak-anak miskin dengan tanganku sendiri diDunia ini
yang TV mereka diambil paksa para rentenir . Bayangkan, berapa anak yang akan
tumbuh sepertiku jika para lintah darat masih hidup?, Berapa lagi ibu yang
harus mencuri TV dan diarak keliling kampung?. Sebab itulah aku merampok yang
seharusnya kurampok dan membunuh yang seharusnya kubunuh. Aku bersyukur,selama
aku hidup aku telah menyumbangkan 1000 TV untuk anak yatim dan anak jalanan,
aku dekat dengan mereka karena ketidakpunyaan mereka. aku selalu mengantarkan
TV keanak-anak yang membutuhkan, TV yang kuberikan mereka sebut "TV Dari
Langit" Renternir yang kubunuh lebih bajingan, mereka tak hanya mengambil
TV tapi anak perawan orang yang berhutang" Sabda mulai menaikan matanya
kearah pandang sang kyai.
"Baiklah jika itu cara berfikirmu, ada pesan
terakhir?
mu?" tanya pak Kyai dengan mengubag
posisiduduknya.
"Jika kau bertemu adiku, katakan padanya aku
sayang padanya seperti Tuhan yang sayang padaku dengan cara yang miskin namun
romantis. Katakan padanya jangan lelah menghapus tangis anak kecil karena
lapar, jangan menyerah membuat mereka tersenyum, meski dunia musuhnya.
Katakanpula, maaf jika aku tidak bisa meneruskan nazarku kepada Tuhan, jadi
teruskanlah. Tuhan jika aku berhasil menjadi orang sukses, tak akan kubiarkan
orang disekitarku menangis karena lapar, barangnya dirampas rentenir dan ada
ibu yang rela mencuri demi anaknya. Jika aku belum juga berhasil, kusansikan
tidak ada yang menikmati TV dinegeri ini, sebelum anak yatim dan anak-anak
dinegeri bisa menikmatinya" Sabda mengakhiri pembicaraan atau pesan yang
tegas itu untuk adik perempuannya yang tidak diketahui keberadaanya, pak Kyai
mengiyakan.
Suara langkah sepatu terdengar mendekat kearah kamar
mereka yang seolah asyik dijadikan media dialek. Badan gagah, berpakaian serba
coklat dan atribut pangkat berada dihadapan kami. Pintu besipun dibuka,
"Saudara Sabda Langit, waktu anda telah tiba,
Mari pak Kyai" kata sang pria gagah yang merupakan Polisi bersenjata dan
seorang dari Kementrian Kehakiman.
pak Kyai bercucuran air mata melepas kepergian Sabda.
"Nak, sesungguhnya kau adalah orang yang mulia,
mungkin dimata manusia perbuatanmu salah, semoga Tuhan punya pandangan lain.
Bacalah dua kalimat syahadat" kata pak Kyai sambil meneteskan air mata
kepada Sabda, namun hanya senyuman lebar dan
kepala yang menjawab. Sabda melangkah dengan Tegar,
dikawal dua orang penjaga berbadan besar, Polisi serta petugas Kehakiman dan
Pak Kyai.
Sebelum Sabda dieksekusi, Kepala Lapas yang juga hadir
mendekat.
"Saudara Sabda, adakah permintaan Terakhir?"
tanya Kepala Lapas
"Bolehkah ambilkan aku AL-Quran? aku ingin
membaca satu surat saja" pinta Sabda, Sang kepalapun mengiyakan.
Kitab Suci Al-Quran dihadapkan pada Sabda, perlahan ia
duduk bersila dengan bertayamum terlebih dahulu. Para penembak jitu, kepala
lapas, pak Kyai dan Petugas Kehakiman menyaksikan Sabda.
Angin bertiup dipenjara ini, Sabda mengucap Basmallah
dengan suara kecil, setelah itu lantanglah surat Lukman keluar mulutnya. Tazwid
mendayu, suara Sabda mengaji terdengar pilu, suara khas anak Aceh ini membelai
duka. Semua mata yang sombong yang hadir tertunduk mendengarnya, pak Kyai yang
mendengarnya tak Kuasa menahan tangis Bacaan AL-Quran oleh Sabda yang pernah
Menjadi Juara Umum Qori terbaik se-Sumatra ini. Bumi seolah berhenti sejenak
mendengar Lantunan ayat suci yang sakral.
Sabda mengakhiri, surat Lukman yang dibacanya.
Bergegas berdiri dan siap dieksekusi.
Lima algojo bersiap dengan senjata laras panjang
ditangan mereka yang masih bergetar karena lantunan sang napi. Sabda
diposisikan ditengah dengan tangan terikat dan mata tertutup. Semua senjata
mengarah tepat pada jantungnya.
Seolah sadar malaikat pencabut nyawa telah
disampingnya, Sabda berkata dengan lirihn
"Ibu, Sabda sayaang sekali sama ibu, jangan sedih
ya"
"Dor..DOR.!!
Hening melanda, kepala Sabda tertunduk. Timah panas
telah meletus dari sarangnya, dada menganga dan darah bercucuran.
###
Warga kolong jembatan memasang bendera kuning tanda
belasungkawa, tanpa mayit. Dua belas yayasan yatim piatu ikut berduka,
anak-anak menangis mengetahui abang terbaik mereka telah tiada. Enam pondok
pesantren mengadakan pengajian untuk Almarhum Sabda.
###
Dua minggu kemudian...
"Headline News pagi, telah terjadi ledakan bom
secara bersamaan ditempat yang berbeda tadi malam, diantaranya daerah peti
kemas pelabuhan Air Tawar yang bermuatan TV, dipusat pertokoan Elektronik terbesar
di Daeng dan pabrik salah satu merek TV terkenal, ludes dilahap sijago merah.
Ribuan Televisi dan elektronik hangus terbakar, diduka kerugian mencapai
ratusan triliun rupiah. Pemadam kebakaran dan Polisi terlihat dimana-mana bahka
kewalahan. Menurut Kombes Polisi Abidal Nasution, bom ini terkait teroris dan
jaringanya, pihak kepolisian telah mengetahui Gembong terbesar perbuatan keji
ini. Sebab pagi ini sebuah cd yang dikirim ke markas besar Polisi, berisikan
tentang kejadian bom tersebut. Disebut-sebut pemimpin operasi terroris tersebut
adalah Cut Rinjani RatuLangit, adik perempuan dari terpidana hukuman
mati Sabda Langit....."
Jakarta, 17 September 1995.

Na'at
(Na’at)
Contoh:
جَاءَ إِمَامٌ عَادِلٌ (Seorang imam yang adil telah datang)
تُصَلِّي مُسْلِمَةٌ صَالِحَةٌ (Seorang muslimah yang shalihah sedang shalat)
Ketentuan-Ketentuan Na’at:
1. Na’at harus mengikuti man’ut dari sisi ta’yin (kejelasan) nya.
Contoh:
رَجَعَ طَالِبٌ مَاهِرٌ (Seorang mahasiswa yang pandai telah kembali)
رَجَعَ الطَّالِبُ الْمَاهِرُ (Seorang mahasiswa yang pandai itu telah kembali)
2. Na’at harus mengikuti man’ut dari sisi ‘adad (jumlah) nya.
Contoh:
رَجَعَ طَالِبٌ مَاهِرٌ (Seorang mahasiswa yang pandai telah kembali)
رَجَعَ طَالِبَانِ مَاهِرَانِ (Dua orang mahasiswa yang pandai telah kembali)
رَجَعَ طُلاَّبٌ مَاهِرُوْنَ (Para mahasiswa yang pandai telah kembali)
3. Na’at harus mengikuti man’ut dari sisi nau’ (jenis) nya.
Contoh:
رَجَعَ طَالِبٌ مَاهِرٌ (Seorang mahasiswa yang pandai telah kembali)
رَجَعَ طَالِبَةٌ مَاهِرَةٌ (Seorang mahasiswi yang pandai telah kembali)
Langganan:
Postingan (Atom)
